Angklung BadengMonday, February 22, 2010 Administrator 
Badeng merupakan jenis kesenian yang menekankan segi musikal dengan angklung sebagai alat musik utama. Badeng terdapat di Desa Sanding, Kecamatan Malangbong, Garut. Dulu, Badeng berfungsi sebagai hiburan untuk kepentingan dakwah Islam. Tetapi diduga Badeng telah digunakan masyarakat Sunda wiwitan untuk acara ritual penanaman padi.
Sebagai seni dakwah, Badeng dipercaya berkembang sejak Islam menyebar di Garut pada abad ke-16 dan 17. Pada masa itu penduduk Sanding, Arpaen dan Nursaen, belajar agama Islam ke kerajaan Demak. Setelah pulang dari Demak mereka berdakwah menyebarkan agama Islam. Salah satu sarana penyebaran Islam yang digunakannya adalah dengan kesenian Badeng.
Angklung yang digunakan sebanyak sembilan buah, yaitu 2 angklung roel, 1 angklung kecer, 4 angklung indung dan angklung bapa, 2 angklung anak; 2 buah dogdog, 2 buah terbang atau gembyung, serta 1 kecrek. Teksnya menggunakan bahasa Sunda yang bercampur dengan bahasa Arab. Dalam perkembangannya sekarang digunakan pula bahasa Indonesia. Isi teks memuat nilai-nilai Islami dan petuah kehidupan.
Dalam pertunjukannya selain menyajikan lagu-lagu, disajikan pula atraksi kesaktian, seperti mengiris tubuh dengan senjata tajam. Lagu-lagu Badeng: Lailahaileloh, Ya’ti, Kasreng, Yautike, Lilimbungan, Solaloh.(Dj-oko http://gergaji.co.nr) |