Mengenal Teater RakyatMonday, January 25, 2010 Administrator 
Seni tradisi merupakan seni yang diwariskan secara turun temurun oleh nenek moyang kita. Bentuknya sudah baku dan menjadi pakem yang selalu diikuti oleh para seniman rakyat pendukungnya.
Tradisi teater sebenarnya sudah ada sejak dulu di tengah masyarakat Indonesia. Hal ini terbukti dengan adanya teater tradisional di berbagai wilayah tanah air. Fungsi teater rakyat pada saat itu adalah sebagai:
1. pemanggil kekuatan gaib,
2. menjemput roh pelindung untuk hadir di tempat pertunjukan,
3. memanggil roh baik untuk mengusir roh jahat,
4. peringatan nenek moyang dengan mempertontonkan kegagahan/ke pahlawanan,
5. pelengkap upacara sehubungan dengan peringatan tingkat hidup seseorang, dan
6. pelengkap upacara untuk saat tertentu dalam siklus waktu.
Teater rakyat adalah teater yang berkembang di tengah rakyat biasa, hal ini untuk membedakan dengan teater modern dan teater kontemporer. Teater rakyat dipersiapkan tanpa naskah, penampilannya lebih banyak lewat improvisasi. Bersifat supel, karena bisa dipentaskan di sembarang tempat.
Teater Rakyat biasanya berkaitan dengan upacara adat maupun keaga-maan masyarakat pendukungnya. Artinya, pertunjukan hanya dilaksanakan dalam kaitan dengan upacara tertentu, seperti khitanan, perkawinan, selamat-an dan sebagainya. Yang menanggung semua pembiayaan adalah yang punya hajat dan dapat ditonton secara gratis oleh seluruh masyarakat. Tempat pentasnya dapat dimana saja; mulai dari halaman rumah, kebun, balai desa, sawah, tanah lapang dan seterusnya.
beberapa contoh teater rakyat antara lain: Lenong dan Congkrek di Betawi, Longser di Jawa Barat, Makyong dan Mendu di Riau dan Kalimantan Barat, Randai dan Bakaba di Sumatera Barat, Ketoprak, Kuda Lumping, Tayub, Srandul, Jemblung di Jawa Tengah, Ludruk dan Reog di Jawa Timur.**(Wang Azis) |